Timnas Ukur Kekompakan Lawan Kyrgyzstan


Timnas Ukur Kekompakan Lawan Kyrgyzstan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas senior Indonesia akan melakoni uji coba melawan Kyrgyzstan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (1/11) malam ini. Skuat Garuda menjadikan laga ini sebagai tolak ukur kekompakan tim menjelang lawatan ke Cina dalam Pra-Piala Asia 2015 pada 15 November.

Pelatih timnas Indonesia, Jacksen Ferreira Tiago, belum puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Cina pada pertemuan pertama pada 15 Oktober lalu. Namun, Jacksen sangat puas dengan proses gol timnas yang dicetak Boas Solossa pada menit ke-67.

Menurut Jacksen, gol tersebut merupakan buah manis kolektivitas tim. Berawal dari umpan lambung Raphael Maitimo dari lini tengah, Ahmad Bustomi yang berada di kotak pertahanan kemudian melanjutkan umpan tersebut dengan sundulan kepada Boaz.
Boaz, yang berdiri tanpa kawalan, langsung melepaskan tendangan voli untuk membobol gawang Cina.

"Saya sangat bahagia melihat proses gol tersebut. Kolektivitas permainan seperti itu yang saya harapkan bisa kembali terlihat dalam pertandingan nanti," kata Jacksen dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan.

Lapas Denpasar Gelar Razia, Pembunuhan Sipir Wanita Gagal


 Liputan6.com, Denpasar : Lembaga pemasyarakatan atau Lapas Denpasar Bali berhasil menggagalkan rencana pembunuhan sipir wanita, yang diduga akan dilakukan 2 orang narapidana wanita yang merupakan warga negara asing (WNA).

[VIDEO] Lapas Denpasar Gelar Razia, Pembunuhan Sipir Wanita Gagal
(Liputan6 TV)
Seperti dalam tayangan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (30/10/2013), pihak Lapas Denpasar menamankan pisau komando dan pisau lipat dari 2 napi wanita di blok penjara wanita lapas tersebut. Selain 2 buah pisau, petugas lapas juga mengamankan sebuah HP BlackBerry milik napi.
Terungkapnya rencana pembunuhan sipir wanita Lapas Denpasar itu berawal, saat petugas lapas menggelar razia di sel penjara blok wanita. Pada ponsel BlackBerry yang disita dari napi Maria Sonia Gonzales asal Timor Leste itu, terungkap adanya rencana untuk menghabisi seorang sipir wanita Lapas Denpasar.
Dalam pesan BlackBerry Messenger (BBM) di ponsel tersebut, terungkap napi Sonia Gonzales mendapat pesanan untuk menghabisi sipir wanita dari napi wanita asal Australia bernama Renae Lawrence.
"Pesan BBM itu juga berbunyi Sonia menyatakan siap menghabisi seorang sipir wanita, sesuai permintaan Renae," ujar Gusti Ngurah Wiratna, Kalapas Denpasar.
Selain berhasil menyita sebuah pisau komando dan pisau lipat, petugas lapas juga berhasil mengamankan beberapa buah samurai dan busur serta anak panah yang hendak dimasukkan ke dalam lapas oleh napi Sonia.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kedua napi wanita dipindah dari Lapas Denpasar. Sonia dipindahkan ke Lapas Gianyar, sementara Renae dipindahkan ke Lapas Kota Negara di Kabupaten Jembrana. (Tnt)

Bakat Istimewa Dilihat Indra


Timnas U-19 asuhan pelatih Indra Sjafrie meraih angka sempurna dalam babak kualifikasi tersebut dan bertengger di puncak klasemen Grup B setelah sebelumnya mengganyang Laos, Filipina, dan terakhir Korsel. Sejak itulah nama Evan Dimas bersama Timnas U-19 dan sang arsitek Indra Sjafri melambung di langit Negeri Nusantara.
Bakat Istimewa Dilihat Indra
Evan Dimas sempat ditolak panitia program Deportivo SAD di Uruguay 2011 silam. Alasannya, ada yang menyebut karena masalah administrasi belaka. Tapi ada juga yang menyatakan, Evan tak lolos karena nilainya paling buruk. Oleh panitia, pada seleksi pertama nama Evan Dimas berada di urutan terbawah.

Anak sulung keluarga Condro Darmono dan Ana itu ternyata tak patah arang. Semangatnya bermain bola tetap menggebu-gebu. Evan melihat kesempatan untuk masuk di program PSSI yang dicanangkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin tentang pembinaan pesepakbola usia dini berjenjang.
Ketika itu, Indra Sjafri melihat dan menyimak penampilan Evan di Surabaya. Pelatih asal Sumatra Barat itu kepincut dan akhirnya memboyong Evan masuk Timnas U-17 yang waktu itu bertepatan dengan datangnya undangan turnamen U-17 di Hong Kong, Februari 2012. Indra memang rajin mencari anak-anak berbakat dari berbagai daerah.

"Yang saya sayangkan sampai saat ini, belum ada pemandu bakat dari PSSI untuk memantau talenta ke daerah-daerah. Padahal, jika kita ingin mencarinya, sangat banyak pemain muda berpotensi," ungkap Indra dalam suatu kesempatan.
Di Timnas U-17, Evan Dimas menjadi roh yang menghidupkan lini tengah dan mampu menyuplai bola kepada penyerang. Kemampuannya memimpin teman-temannya di lapangan, membuat sang pelatih mempercayakan ban kapten pada Evan. Di Hong Kong, Evan Dimas bersama Timnas U-17 sukses menjadi juara.
Timnas U-17 Jadi Skuat Pengharapan
Gelar dari Hong Kong jadi bukti mereka bisa berprestasi. PSSI percaya dan menginginkan Garuda Muda tetap dipertahankan. Garuda Muda ketika itu tumbuh dalam pusaran konflik internal PSSI. Sempat terjadi 'kisruh' antara kubu Djohar Arifin versus La Nyalla Matalitti.
Indra Sjafri ketika itu diangkat menjadi asisten pelatih Manuel Blanco asal Argentina untuk menangani Timnas U-19. Belakangan ternyata Blanco tak mau jadi pelatih Garuda Muda. Kepercayaan akhirnya diberikan kepada Indra Sjafri.

Indra tak banyak menuntut dan gembar-gembor ketika membina Garuda Muda U-19. Hasilnya nyata. Evan Dimas dan kawan-kawan meng hajar Brunei 5-0. Kepercayaan diri mulai tumbuh. Anak-anak asuhan Indra kembali meraih kemenangan kedua dengan menekuk Myanmar 2-1. Sebuah gol disumbangkan Evan Dimas.
Dalam laga ketiga, Vietnam berhasil meredam langkah Garuda Muda. Timnas Indonesia kalah 2-1. Pada pertandingan ketiga, Evan Dimas dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang 1-1 lawan musuh bebuyutan Malaysia.
Kesempatan melaju ke final tinggal selangkah lagi. Timnas U-19 harus mengalahkan Timor Leste di semifinal. Kemenangan itu datang, Timor Leste takluk 2-0. Perjuangan Timnas U-19 akhirnya menemui ujungnya. Vietnam takluk di final. Publik Sidoarjo menjadi saksi pertama kerja keras Timnas U-19 hingga menjadi jawara. Selama event internasional ini, Evan mengemas 5 gol, di bawah bomber Vietnam Nguyen Van Toan yang menjadi topskor dengan 6 gol.

"Saya hanya menargetkan kami juara. Tak peduli, saya cetak gol atau tidak. Yang penting tim menang," ungkap Evan Dimas kala itu.
Garuda Muda Buktikan Lagi
Ajang kualifikasi Piala Asia 2014 jadi arena pembuktian Timnas U-19 berikutnya. Evan Dimas dan kawan-kawan berada di Grup G bersama Laos, Filipina, dan juara bertahan Korea Selatan.
Armada U-19 menang atas Laos 4-0 di laga perdana. Evan menyarangkan 1 gol dan 2 assist. Lawan kedua yang harus dihadapi, Filipina yang sedang bangkit. Tak terlalu repot, Evan dan kawan-kawan sukses menumbangkan lawannya dengan skor 2-0. Tim terberat terakhir yang harus dihadapi dan telah berhasil ditaklukkan adalah Korsel. Evan mencetak hat-trick ke gawang Korsel. Setahun lagi, Oktober 2014, Timnas U-19 akan kembali berlaga pada putaran final Piala Asia di Myanmar.

Ada peristiwa yang tak akan pernah dilupakan Evan Dimas saat menghadapi Korsel. Bukan soal tiga gol yang dihunjamkannya ke gawang Korsel itu, tapi apresiasi para penonton yang mendukung penuh Timnas Garuda Muda. Ketika itu, di babak kedua Evan ditarik keluar sang pelatih karena mengalami cedera ringan. Teriakan-teriakan fans itu begitu nyata di telinga.
"Evan Dimas... Evan Dimas..." Bahkan sebagian penonton memberikan tepuk tangan sambil berdiri saat Evan keluar lapangan.
"Alhamdulillah, saya bersyukur atas hasil ini. Semoga bisa lebih baik untuk ke depannya," ujarnya merendah.
Tanpa bermaksud menyombongkan diri, Evan memiliki keyakinan sejak awal: Korea Selatan bisa dikalahkan.

"Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan," ucap Evan tegas
KEHIDUPAN MASYARAKAT
Hubungan di lingkungan masyarakat yang terjalin dengan baik merupakan hasil dari hubungan yang baik antara individu dengan individu dan di dalam hubungan keluarga. Sama seperti keluarga, masyarakat merupakan media untuk mengekspresikan segala hal yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial. Individu pun tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di mana cakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.
Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
Hubungan antara masyarakat dan individu dapat digambarkan sebagai kutub positif dan kutup negatif pada aliran listrik. Jika dua kutub itu dihubungkan listrik ia akan mampu memberi kekuatan baginya dan menimbulkan suasana yang cerah. Jika individu dan masyarakat dipersatukan maka kehidupan individu dan masyarakat akan lebih bergairah dan suasana kehidupan individu dan kehidupan masyarakat akan lebih bermakna dan hidup serta bergairrah.
 
Dapat  disimpulkan bahwa Hubungan individu dan masyarakat menurut paham individualistis. Individualisme suatu paham yang menyatakan bahwa dalam kehidupan seorang individu kepentingan dan kebutuhan individu yang lebih penting dan pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Individu yang menentukan corak masyarakat yang dinginkan. Masyarakat harus melayani kepentmgan individu. Individu mempunyai hak yang mutlak dan tidak boleh dirampas oleh masyarakat demi kepentingan umum.

Paham individualisme juga disebut Atomisme. Atomisme berpendapat bahwa hubungan antara individu itu seperti hubungan antar atom-atom yang membentuk molekul-molekul. Oleh karena itu hubungan in bersifat lahiriah. Bukan kesatuan yang penting tetapi keaneka ragaman yang penting dalam masyarakat.

Pandangan individualistis ini yang otomistis ini berakar pada nominalisme suatu aliran filsafat yang menyatakan bahwa konsep-konsep umum itu tidak mewakili realitas dari sesuatu hal. Yang menjadi realitas itu individu. Realitas masyarakat itu ada karena individu itu ada. Jika individu tidak ada maka masyarakat itu tidak ada. Jadi adanya individu itu tidak tergantung pada adanya masyarakat.

Dapat disimpulkan bahwa semua itu mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Jika tidak ada individu maka tidak akan terciptanya keluarga dan masyarakat .individu tidak bias berjalan sendiri tanpa adanya keluarga dan masyarakat karena keluarga dan masyarakat merupakan media untuk mengekspresikan aspek sosialnya. Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu.
KELUARGA 
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Semua itu mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Jika tidak ada individu maka tidak akan terciptanya keluarga dan masyarakat .individu tidak bias berjalan sendiri tanpa adanya keluarga dan masyarakat karena keluarga dan masyarakat merupakan media untuk mengekspresikan aspek sosialnya.
Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu. Di dalam kehidupan berkeluarga, sosialisasi yang baik sangat diperlukan dalam mempertahankan keharmonisan hubungan di dalam keluarga. Keluarga merupakan sebagai lingkungan utama dalam membentuk kepribadian anggota di dalam keluarga tersebut. Keluarga sebagai media pembinaan anggotanya dalam melakukan hal-hal yang berhubungan dengan sosial. Pembinaan yang baik akan menciptakan kehidupan keluarga yang baik di dalam lingkungan kemasyarakatan. Hubungan yang harmonis di dalam keluarga sangat penting agar dapat membentuk pribadi yang baik, karena apapun yang terjadi di dalam keluarga akan berpengaruh besar kepada tiap-tiap anggota keluarga yang termasuk di dalamnya. Sebagaimana Individu tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa adanya keluarga sebagai media untuk mengekspresikan segala hal yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial.
NDIVIDU

Kehidupan sosial antara individu dengan individu merupakan awal dari terbentuknya keluarga dan masyarakat. Ini merupakan langkah awal dalam terbentuknya suatu hubungan-hubungan sosial yang terjalin di dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Sebagaimana, tanpa adanya individu keluarga dan masyarakat tidak akan tercipta begitu pula sebaliknya. Hubungan sosialisasi yang baik antara individu yang satu dengan yang lain sangat penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat sosial yang teratur. Hubungan baik antara individu dengan individu sangat diperlukan karena ini adalah hubungan yang dibina paling awal dalam kehidupan masyarakat sosial.

Dari uraian tersebut di atas kita dapat mengetahui bahwa hubungan individu dan masyarakat itu dapat ditinjau dari segi masyarakat saja (totalisme), ditinjau dari segi individu saja (individualisme) dan ditinjau dari segi interaksi individu dan masyarakat. Dengan memperhatikan tiga pandangan ini maka bagaimana hubungan individu dan masyarakat di Indonesia? Profesor Supomo menyatakan bahwa hubungan antara warga negana dan negara Indonesia adalah hubungan yang integral. Driyarkara SY menyatakan bahwa hubungan masyarakat Indonesia pada dasarnya adalah hubungan yang integral (Driyarkara, 1959, p. 225). Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa paham yang dianut untuk menggambarkan hubungan antara individu dan masyarakat di Indonesia adalah paham integralisme.

Paham inntegralisme berpendapat bahwa individu-individu yang bermacam-macam itu merupakan suatu kesatuan dan keseluruhan yang utuh. Manusia dalam masyarakat yang teratur dan tertib itu berada dalam suatu integrasi. Menurut Dniyarkara SY integrasi semacam ini dapat berarti dalam arti sosiologis dan psikologis, sebab manusia yang berada dalam integrasi itu merasa aman, tenang dan bahagia. Integrasi semacam ini terdapat dalam masyanakat kecil maupun besar, seperti keluarga, desa dan negara.

Individu selalu mencari berbagai macam lingkungannya tetapi lingkungan yang pertama kali akan di temuai oleh individu adalah lingkungan keluarga, karena lingkungan keluarga merupan suatu aspek bagi individu untuk dapat mengembangkan kemampuan atau kapasitasnya .didalam lingkungan keluarga secara tidak langsung individu telah bersentuhan langsung dengan berbagai aspek sosial.  Dan sementara itu di dalam lingkungan masyarakat merupakan aspek lanjutan dari lingkungan keluarga ,lingkungan masyarakat sangat luas sehingga individu dapat mengekspresikan sesuatunya yang sudah di pelajari di lingkungan keluarga.
Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.ini merupakan pendapat-pandapat dari  Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber.
Individu adalah mahkluk perseorangan yang terdiri dari atau terbentuk dari tiga aspek ,yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dan untuk membentuk ketiga aspek tersebut manusia harus menjalankan sejumlah bentuk sosilisasi dan itu lah yang dapat membentuk ketiga aspek tersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.
KEHIDUPAN SOSIAL  INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

Hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau masih membutuhkan bantuan dari pihak lain. Bersosialisasi pun sangat penting dalam menjalin hubungan yang baik antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Jika tidak adanya individu, maka keluarga dan masyarakat pun tidak akan tercipta. Begitu pula dengan individu, tidak akan bisa berjalan sendiri jika tidak adanya keluarga dan masyarakat, karena dengan adanya keluarga dan masyarakat, masing-masing individu dapat mengekspresikan segala hal yang berhubungan dengan sosial. Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahka